Resensi Film "Budi Pekerti"
![]() |
| sumber: https://images.app.goo.gl/XiGzS6d3XPJQZAhN7 |
Identitas Film
Judul : Budi Pekerti
Genre : Drama
Penulis : Wregas Bhanuteja
Sutradara : Wregas Bhanuteja
Pemeran : Sha Ine Febriyanti sebagai Bu Prani
Angga Yunanda sebagai Muklas
Prilly Latuconsina sebagai Tita
Dwi Sasono sebagai Pak Didit
Omara Esteghlal sebagai Gora
A. Sinopsis Film
Film Budi Pekerti mengisahkan tentang kejahatan dunia media sosial. Bermula saat Bu Prani yang merupakan guru BK mendapatkan bullyan di media sosial setelah videonya viral. Ketika Bu Prani sedang membeli kue putu di pasar, ia terlibat perselisihan dengan pengunjung yang membeli kue putu juga. Bu Prani melihat orang-orang menitipkan pesanannya ke orang yang antre lebih dahulu. Melihat hal itu, Bu Prani langsung menegur salah satu pembeli kue putu kemudian terlibat dalam perselisihan. Kejadian itu direkam oleh seseorang dan diunggah ke media sosial. Video Bu Prani menjadi viral sebab sikap Bu Prani dinilai tidak baik. Dalam video itu, terdengar suara Bu Prani yang mengatakan “asui” sehingga netizen menjadi berspekulasi negatif pada perkataan itu.
Netizen sudah menilai Bu Prani tidak baik tanpa mengetahui kejadian yang sebenarnya. Padahal dalam kejadian sebenarnya, Bu Prani mengatakan “ah sui” yang artinya ah lama. Bu Prani merasa bahwa dirinya tidak bersalah, namun netizen terus menerus berkomentar negatif. Melihat videonya yang semakin viral, Bu Prani akhirnya melakukan klarifikasi. Dari klarifikasi tersebut, masalah tidak langsung selesai. Masalah semakin terus menerus bertambah buruk. Netizen mencari-cari kesalahan Bu Prani sehingga membuat namanya menjadi buruk. Kehidupan keluarga Bu Prani menjadi tidak tenang. Bu Prani dan keluarganya mendapatkan bullying dan ancaman akibat viralnya video itu.
Terlibat dalam kasus itu, Bu Prani dibantu oleh alumni murid-muridnya. Alumni murid Bu Prani membuat video yang menceritakan tentang refleksi yang dahulu pernah diberikan Bu Prani sebagai bentuk evaluasi diri. Bu Prani selalu memberikan refleksi kepada muridnya jika melakukan kesalahan. Hal itu bukan sebagai hukuman, namun sebagai bentuk intropeksi dari kesalahan yang dibuatnya. Salah satu alumni murid Bu Prani bernama Gora juga ikut membuat video. Namun, video yang dibuat Gora justru menambah suasana menjadi buruk sebab Gora menceritakan bahwa Bu Prani memberikan refleksi pada Gora untuk menggali kubur selama 2 bulan. Video tersebut telah tersebar di media sosial dan membuat semua orang menjadi mencekam perbuatan Bu Prani.
Refleksi yang diberikan kepada Gora menurut netizen terlalu berlebihan dan dapat merusak mental anak. Alumni murid Bu Prani tidak membantu mendukung Bu Prani lagi sebab mengetahui bahwa refleksi yang diberikan kepada Gora tidak mencerminkan nilai pendidikan. Kejadian tersebut berdampak pada nama baik sekolah tempat Bu Prani bekerja. Bu Prani terus menerus mencari Gora dan akhirnya bertemu di tempat psikolog tempat suami Bu Prani dan Gora kontrol. Gora pergi ke psikolog untuk alasan tertentu yang tidak diketahui Bu Prani. Mereka mengobrol bersama, Gora menceritakan tentang kehidupannya selama menjadi tukang gali kubur. Bu Prani merasa bersalah atas tindakan yang dilakukannya kepada Gora.
Gora kemudian menjelaskan kepada pihak sekolah bahwa refleksi yang diberikan kepada Bu Prani justru membantu Gora agar tidak berkelahi lagi. Saat diminta untuk membuat video klarifikasi, Gora meminta untuk pergi ke kamar mandi dulu. Setelah beberapa lama tidak keluar, Bu Prani memutuskan mencari Gora. Gora menceritakan dirinya takut untuk klarifikasi sebab netizen pasti akan mencari tahu tentang dirinya lagi. Terlebih lagi Gora pergi ke psikolog yang akan membuat netizen semakin berpikiran tidak baik. Gora menjelaskan kepada Bu Prani dirinya pergi ke psikolog bukan karna tindakan refleksi yang diberikan oleh Bu Prani, namun Gora menjadi suka dengan suasana kuburan. Bu Prani kemudian memutuskan untuk tidak menyuruh Gora melakukan klarifikasi, tetapi kepala sekolah justru memaksa untuk tetap klarifikasi karna masalah yang semakin memburuk. Melihat perlakuan kepala sekolah membuat Bu Prani memutuskan untuk berhenti menjadi guru BK di sekolahnya. Akhir cerita, Bu Prani dan keluarganya pergi dari rumah untuk pindah tempat tinggal.
B. Kelebihan
Film Budi Pekerti menjadi salah satu film yang sukses mengangkat konflik kehidupan. Kelebihan film Budi Pekerti terletak pada tema dan alur ceritanya. Tema yang diangkat dalam film Budi Pekerti ini mengenai isu-isu yang sering terjadi dalam kehidupan. Banyak konflik yang terjadi di kehidupan terutama saat ini media sosial berpengaruh besar dan bullying terjadi di mana-mana. Tema film Budi Pekerti disajikan sama halnya dengan konflik yang terjadi di kehidupan yakni pengaruh media sosial yang berdampak pada tindakan bullying. Terlebih lagi dengan alur yang disajikan dapat membuat perasaan penonton menjadi campur aduk baik rasa emosi, sedih, dan senang. Menariknya, film ini disajikan dengan sederhana mengikuti alunan kehidupan yang natural. Kelebihan lainnya yaitu film ini mampu menyampaikan pesan moral yang mendalam bagi para penontonya.
C. Kekurangan
Film Budi Pekerti memiliki sedikit kekurangan yaitu akhir ceritanya yang menggantung. Akhir cerita film Budi Pekerti ini tidak terselesaikan. Tidak ada solusi atau tindakan dari permasalahan yang terjadi. Hal itu membuat sedikit kecewa karena perasaan penonton telah dibuat campur aduk dan ditambah lagi rasa penasaran akan ending ceritanya.
D. Kesimpulan
Secara keseluruhan, film Budi Pekerti memberikan pengajaran yang baik dalam melakukan setiap tindakan. Dari film ini, kita dapat memahami bahwa selamanya yang terjadi di media sosial itu belum tentu kejadian yang sebenarnya. Alangkah baiknya untuk mencari kebenarannya terlebih dahulu dan tidak asal untuk menghakimi.

Film ini sangat cocok ditonton buat generasi Z!
BalasHapusAku juga sudah menonton sangat bagus
BalasHapusfilmnya emang bagus, udah nonoton juga
BalasHapusFilm ini ngasih edukasi yang bagus banget buat masyarakat zaman now yang suka komen-komen gak jelas di internet.
BalasHapus