Mengulas Film Taare Zameen Par dari Perspektif Psikologi

 


 

sumber: https://images.app.goo.gl/svSUMU4cBNAuqPYQ7

 

 

A.    Sinopsis Film

Film Taare Zameen Par berkisah tentang seorang anak bernama Ishaan yang mengalami disleksia. Ishaan adalah anak yang memiliki imajinasi tinggi. Pada saat sekolah, Ishaan selalu melanggar aturan yaitu tidak mendengarkan guru, tidak menandatangani hasil ujian yang seharusnya diperlihatkan oleh orang tuanya, dan tidak mengerjakan tugas sekolahnya. Ia juga sulit mengontrol emosinya ketika bermain dengan teman-temannya sehingga terlibat dalam perkelahian. Nilai-nilai Ishaan juga sangat buruk sehingga hal itu yang membuatnya selalu dimarahi guru dan orang tuanya. Suatu hari, Ishaan mencoba untuk membolos dan ia hanya berjalan-jalan sendirian melihat lingkungan sekitar juga aktivitas yang dilakukan oleh orang-orang. Kemudian ia pun meminta kakaknya untuk menuliskan surat keterangan palsu bahwa ia sedang sakit namun kenyataannya adalah membolos. Hal itu diketahui oleh ayah dan ibunya. Ayah Ishaan sangat marah hingga memukul dan memberikan kata-kata kasar. Orang tua Ishaan datang ke sekolah untuk menemui guru dan kepala sekolah. Para guru yang mengajari Ishaan mengeluh karena merasa lelah untuk membimbingnya. Sebab, Ishaan dipandang malas dan tidak pintar. Kepala Sekolah akhirnya berbicara kepada orang tua Ishaan bahwa Ishaan adalah anak yang memiliki kebutuhan khusus sudah sepantasnya berada disekolah khusus.

Orang tua Ishaan merasa tidak terima akan hal itu karena menurutnya, anak mereka tidak berkebutuhan khusus. Ishaan kemudian dimasukkan ke dalam asrama oleh ayahnya. Awalnya ia tidak mau, namun terpaksa tetap harus tinggal di asrama. Selama di asrama Ishaan selalu merasa sedih tidak ada Ayah, Ibu, dan Kakaknya. Seperti saat disekolahnya dulu, Ishaan selalu dihukum. Ia kesulitan untuk mengikuti pembelajaran. Setiap hari ia selalu kena hukuman entah dipukul penggaris, dibentak, dan sebagianya yang membuat diri Ishaan merasa ketakutan. Ishaan selalu melamun dan sedih. Suatu hari terdapat guru baru yang menggantikan guru seni untuk sementara waktu. Guru tersebut bernama Nikumbh. Saat pelajaran seni, Nikumbh melihat Ishaan yang selalu diam dan melamun. Karena hal itu, Nikumbh menjadi penasaran. Ia bertanya kepada teman Ishaan yaitu Rajan. Nikumbh juga melihat buku pelajaran Ishaan yang mendapatkan nilai buruk dan pada setiap tulisannya selalu terdapat kata-kata yang dituliskan secara terbalik. Melihat hal itu kemudian Nikumbh mendatangi rumah orang tua Ishaan. Nikumbh membicarakan mengenai Ishaan serta melihat buku pelajaran Ishaan disekolah sebelumnya yang ternyata memiliki kesamaan yaitu terdapat penulisan kata yang terbalik. Nikumbh juga melihat lukisan Ishaan yang dipenuhi dengan imajinasi tinggi. Nikumbh mengatakan bahwa Ishaan terkena gejala disleksia. Disleksia adalah kesulitan dalam berbahasa, mengeja, dan membaca huruf. Ishaan mengalami disleksia yang menyebabkan dirinya sulit untuk memahami setiap kata yang membuatnya selalu kebingungan saat pembelajaran. Akan tetapi menurut Nikumbh, Ishaan merupakan anak yang istimewa dengan memiliki imajinasi tinggi. Imajinasi itu dituangkan ke dalam lukisan yang sangat indah. Orang tua Ishaan tidak menyangka bahwa anaknya mengalami disleksia, mereka tidak percaya akan hal itu. Orang tua Ishaan hanya menganggap Ishaan adalah anak yang tidak rajin belajar sehingga membuatnya menjadi tidak pintar.

Nikumbh akhirnya mencoba membantu Ishaan yang mengalami kesulitan belajar dengan menggunakan media belajar yang menarik yaitu menggunakan metode bermain. Belajar sambil bermain membuat Ishaan sedikit demi sedikit dapat memahami huruf, angka, hingga dapat membaca. Seiring dengan bantuan guru seni tersebut, kemampuan Ishaan menjadi meningkat. Ishaan sudah dapat mengeja kata serta membaca dengan lancar. Ayah Ishaan menemui Nikumbh untuk memberitahu bahwa istrinya telah mencari informasi di internet mengenai disleksia. Nikumbh juga memberikan sebuah perkataan yang membuat Ayah Ishaan tersebut menjadi sadar untuk lebih memperhatikan Ishaan bukan memberikan perkataan kasar yang menekan Ishaan. Kemudian Nikumbh membuat sebuah acara yaitu lomba menggambar bagi guru dan murid. Ishaan mengikuti lomba tersebut. Ia mendapat juara satu karena lukisannya yang begitu indah dengan dipenuhi imajinasi tinggi. Saat pengambilan hasil belajar, orang tua Ishaan tidak menyangka bahwa anaknya mendapatkan juara satu melukis serta kemampuan belajar anaknya terus meningkat. Para guru memberikan apresiasi bahwa kemampuan Ishaan menjadi sangat meningkatkan atas bantuan Nikumbh seorang guru seni. Orang tua Ishaan tidak dapat membalas budi kepada Nikumbh yang telah membuat perubahan pada diri Ishaan. Orang tua Ishaan menyadari bahwa selama ini perbuatan kasarnya kepada Ishaan sangat membawa dampak buruk bagi Ishaan. Sehingga mereka sadar untuk selalu memberikan kasih sayang penuh dalam membimbing Ishaan. 

 

B.    Analisis Film

1.     Kesulitan belajar yang muncul pada film Taare Zameen Par

Kesulitan belajar yang muncul dalam film tersebut yaitu gangguan belajar disleksia. Disleksia merupakan kesulitan dalam berbahasa, membaca, dan mengeja. Kesulitan belajar ini melibatkan pemahaman atau penggunaan bahasa lisan atau tulisan. Gangguan belajar disleksia dapat diketahui melalui beberapa ciri yaitu bermasalah dalam pencapaian akademik terutama pada nilai akademik pelajaran yang memerlukan kemampuan membaca dan menulis, kesulitan mengingat informasi, dan motivasi belajar rendah. Pada film tersebut, perilaku anak yang mengalami disleksia ditandai dengan sulitnya memahami materi yang disampaikan guru pada saat pembelajaran berlangsung. Contohnya ketika pembelajaran bahasa Inggris, Ishaan diminta oleh gurunya untuk membaca sebuah paragraf namun ia tidak paham dalam membaca dan ia justru membaca dengan tidak jelas serta bercanda. Kemudian saat ujian matematika, Ishaan mengerjakan soal pertama tentang perkalian namun soal tersebut dikerjakan sangat lama hingga waktu ujian habis. Saat gurunya meminta untuk membacakan sebuah puisi namun Ishaan juga tidak dapat membaca puisi tersebut. Gangguan belajar disleksia pada film tersebut juga ditunjukkan oleh beberapa perilaku Ishaan yang kesulitan dalam menuliskan kata. Dalam pembelajaran apapun yang berhubungan dengan menulis, Ishaan selalu saja menuliskan huruf-huruf yang terbalik. Misalnya menulis huruf b menjadi d. hal tersebut yang menjadikan Ishaan mengalami kesulitan dalam belajar.

Terdapat kesulitan belajar lainnya yang ada pada film tersebut yaitu gangguan emosi dan perilaku. Gangguan emosi dan perilaku terdiri dari masalah serius dan konsisten yang melibatkan hubungan dengan orang lain sehingga memberikan dampak negtaif berupa ketakutan, depresi, maupun agresi. Ciri gangguan ini pada umumnya memiliki nilai akademis rendah, melakukan tindakan agresif, merasa cemas, dan sebagainya. Pada film tersebut terdapat kasus gangguan emosi dan perilaku yang diperlihatkan pada adegan di film dimana Ishaan yang saat itu sulit mengontrol emosinya pada saat bermain. Ishaan terlibat dalam perkelahian yang pada dasarnya tidak ada masalah serius dalam perkelahian tersebut. Ishaan juga selalu dimarahi oleh ayahnya dan gurunya. Ia selalu dibentak dengan disertai kata-kata kasar. Hal tersebut yang membuat Ishaan merasa tertekan hingga ketakutan. Ketakutannya itu membuat Ishaan menjadi takut mengikuti pembelajaran sehingga mengalami kesulitan dalam belajar.

2.     Masalah pendidikan yang terjadi dalam film Taare Zameen Par

Ø  Perkembangan Kognitif dan bahasa

Perkembangan kognitif berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan otak. Adanya perkembangan otak sebagai organ pemroses informasi dan kontrol perilaku yang menyebabkan perilaku seseorang menjadi terarah. Dalam film tersebut, Ishaan mengalami perkembangan otak yang cukup lambat sehingga menyebabkan dirinya mengalami disleksia. Ishaan tergolong ke dalam level kemampuan jenjang area saya tidak bisa. Area saya tidak bisa merupakan area anak yang tidak mampu sama sekali dalam menyelesaikan tugas dengan benar. Pada area tersebut dibutuhkan bantuan scaffolding yaitu bantuan dari orang yang lebih dewasa serta lebih mahir. Hal tersebut ditunjukkan ketika Ishaan mengalami kesulitan belajar serta selalu mendapatkan nilai yang buruk. Namun adanya bantuan dari seorang guru seni yaitu Nikumbh yang membantu Ishaan untuk membimbing belajar sehingga kemampuan Ishaan menjadi meningkat dalam pembelajaran.

Ø  Perkembangan Emosi, Sosial, Moral

Perkembangan emosi, sosial, dan moral akan mempengaruhi perkembangan seorang anak. Perkembangan tersebut berkaitan dengan adanya interaksi dari aspek lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat yang berperan penting pada setiap kondisi kepribadian seorang anak. Pada film tersebut, Ishaan mengalami perkembangan emosi yang menyebabkan dirinya merasa takut dan marah. Ketika bermain, Ishaan sulit mengontrol emosinya dan mudah marah. Hal itu juga berkaitan pada aspek lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah. Orang tua Ishaan selalu memarahinya serta kurang memberikan kepedulian penuh dalam belajar. Orang tua Ishaan juga membandingkan Ishaan dengan kakaknya yang sangat pintar. Selain itu, di lingkungan sekolah ia juga dimarahi serta dibentak oleh gurunya karena mengalami kesulitan untuk memahami saat belajar. Karena hal itulah yang menyebabkan perkembangan emosi, sosial, dan moral Ishaan menjadi tidak terkendali. Dilihat dari perilaku Ishaan yang ketika dimarahi ia justru menjawab dengan sikap bercanda. Saat seorang anak dihadapkan pada perkembangan emosi, sosial, dan moral sudah seharusnya terdapat seseorang yang mendampingnya seperti orang tua. Orang tua sebagai pendamping untuk mengarahkan perkembangan tersebut agar memberikan perkembangan yang baik.

Ø  Perbedaan Individu Berdasarkan Aspek Intelegensi, Gaya Belajar, dan Kepribadian

Aspek Intelegensi berkaitan dengan bakat seseorang sebagai kemampuan yang dimiliki dalam beradaptasi dan belajar dari pengalaman. Pada aspek intelegensi, Ishaan memiliki bakat yaitu melukis. Ishaan memiliki imajinasi yang tinggi. Imajinasinya tersebut yang membuat Ishaan memiliki kemampuan melukis. Kemampuan yang dimilikinya ini tidak terlalu menonjol dalam lingkungan sekolah. Namun, karena Nikumbh mengetahui Ishaan memiliki kemampuan dalam melukis, ia pun membantu untuk meningkatkan kemampuannya agar dapat diketahui banyak orang. Nikumbh mengadakan lomba menggambar bagi guru dan murid. Ishaan mengikuti lomba tersebut dan akhirnya mendapat juara satu. Atas adanya pemahaman dari seorang guru dalam memahami intelegensi setiap muridya sehingga menjadikan seorang anak disleksia yaitu Ishaan dapat meningkatkan prestasi melalui kemampuan yang dimilikinya.

Pada gaya belajar, memiliki ciri khas pada masing-masing murid. Ishaan mengalami kesulitan belajar dikarenakan beberapa faktor salah satunya pada gaya belajar yang diberikan guru dan orang tuanya. Ibu ishaan membimbing belajar dengan menggunakan gaya belajar yang monoton sehingga sulit dipahami oleh Ishaan. Begitu juga dengan guru yang membimbing Ishaan. Gaya belajar yang digunakan tidak menarik sehingga Ishaan tidak dapat memahami materi yang disampaikan. Lain halnya dengan Nikumbh yang menggunakan gaya belajar menarik yaitu menggunakan metode bermain. Nikumbh membimbing Ishaan belajar dengan berbagai macam media bermain. Hal itu yang membuat Ishaan merasa senang dan dapat menangkap pemahaman dalam belajar. Jika dilihat dari metode belajar yang diberikan Nikumbh, gaya belajar Ishaan cenderung mengarah ke dalam gaya belajar kinestetik. Gaya belajar kinestetik yaitu gaya belajar yang berhubungan dengan indera peraba. Akan lebih mudah menyerap informasi dengan menyentuh atau menjamah sesuatu. Tipe gaya belajar ini memiliki semangat dalam bereksplorasi dan beraktivitas, belajar melalui gerakan atau sentuhan, dan menggunakan isyarat tubuh untuk menangkap informasi. Pada saat belajar, Ishaan lebih paham dengan media yang dapat disentuhnya seperti dalam film tersebut, Nikumbh menggunakan sebuah pasir mainan untuk menuliskan huruf maupun angka. Gaya belajar tersebut yang mendukung pemahaman untuk meningkatkan kemampuan Ishaan.

Pada aspek kepribadian yang berhubungan dengan pikiran, emosi, serta perilaku seseorang. Berdasarkan perilaku yang ditunjukkan dalam film tersebut, Ishaan tergolong ke dalam kepribadian Neoroctism yaitu berkaitan dengan emosi negatif yang memberikan efek tingkat konsentrasi yang rendah, takut salah, serta menganggap bahwa kegiatan belajar adalah sesuatu yang penuh dengan tekanan sehingga membuat keaktifan dalam belajar menjadi rendah. Individu dengan kepribadian ini akan mengalami cemas, mudah marah, frustasi. Pada film tersebut, telah ditunjukkan kepribadian Ishaan yang membawa dampak pada pemahaman belajarnya. Banyaknya tekanan, bentakan, dan kata kasar yang diberikan pada Ishaan membuat dirinya memiliki kepribadian yang mengarah pada emosi negatif.

Ø  Perbedaan budaya yang berpengaruh terhadap pembelajaran

Terdapat beberapa aspek perbedaan budaya salah satunya status sosial ekonomi yang berkaitan dengan film Taare Zameen Par. Status sosial ekonomi yang ada pada film tersebut tergolong memiliki ekonomi yang mampu. Orang tua Ishaan memiliki ekonomi yang berkecukupan. Namun, status sosial ekonomi tersebut juga berpengaruh dalam proses pembelajaran Ishaan. Sebab, Ishaan kurang mendapat perhatian secara penuh dari orang tuanya. Ishaan merasa kurang mendapat perlindungan dari orang tuanya namun, Ishaan justru merasa mendapat perlindungan dari gurunya yaitu Nikumbh.

3.     Wawasan yang dapat dipelajari

Wawasan yang saya dapat melalui film tersebut yaitu mengenai menjadi seorang pendidik. Dalam film tersebut, seorang guru seni membantu muridnya yang mengalami kesusahan dalam belajar. Ia selalu menggunakan metode bermain dalam belajar sehingga membuat muridnya merasa senang dan mampu memahami materi belajar yang disampaikannya. Guru tersebut juga tidak putus asa untuk selalu membimbing muridnya dengan kesabaran. Film tersebut mengajarkan untuk menjadi seorang pendidik yang mampu memberikan pemahaman pada muridnya. Seorang pendidik juga harus mampu bersabar, membantu muridnya, dan kreatif dalam menggunakan media belajar yang menarik. Demikian, wawasan yang dapat dipelajari melalui film tersebut yaitu menjadi seorang pendidik yang selalu memberikan perhatian penuh kepada murid serta melalui film tersebut juga mengajarkan saya jika akan menjadi seorang pendidik untuk lebih kreatif dalam menggunakan media pembelajaran menarik sehingga dapat mengatasi kesulitan dalam belajar.

Komentar

  1. Film ini sangat menginspirasi untuk menjadi guru yang sabar

    BalasHapus
  2. Filmnya emang ngefeel banget, sampe nangis pas nonton. Untung happy ending kk😣

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi: "Usai"

"Potret Kekosongan Hidup Dalam Rumah Kaliurang"

Keindahan Puncak Sosok