Cerita Anak "Mawar, Si Peri Bunga"
Mawar, Si Peri Bunga
Jasmin Putri Devanti
![]() |
| sumber: https://www.bing.com/images/create |
Di sebuah desa dengan penuh keindahan, hidup seorang gadis kecil yang cantik jelita. Gadis kecil itu bernama Mawar. Setiap hari, mawar selalu bangun pagi menyirami bunga-bunga yang ia rawat. Mawar sangat menyukai tanaman bunga. Di rumahnya, Mawar mengumpulkan banyak tanaman bunga. Ada bunga melati, bunga mawar, bunga matahari, bunga lavender, dan bunga tulip.
Mawar tidak pernah lupa untuk menyirami tanamannya. Ia sangat menyayangi semua tanamannya. Mawar selalu menyanyikan lagu “Lihat Kebunku” agar semua tanamannya tumbuh subur. Tanaman milik Mawar kini sudah tumbuh subur.
Namun, ada satu tanaman yang tidak menampakkan bunganya yaitu tanaman matahari. Mawar merasa sedih. Ia dengan sepenuh hati terus merawat tanaman itu. Hari demi hari, tanaman matahari tidak menampakkan bunganya hanya terlihat batangnya saja. Mawar semakin sedih dan kebingungan.
“Tanamanku kenapa kamu tidak tumbuh subur? Apa yang salah denganmu?” tanya Mawar dengan wajah penuh kesedihan.
“Mawar, aku tidak seperti tanaman yang lain. Bunga mereka sangat cantik. Sedangkan bungaku tidak cantik,” jawab tanaman matahari.
Mendengar perkataan tanaman matahari membuat hati kecil Mawar tersentuh. Ia tidak mau tanaman matahari merasa kecil hati.
“Kamu sudah sangat cantik tanamanku. Tidak boleh merasa kecil hati seperti itu. Sama seperti yang lain, kamu tetap sangat cantik,” ungkap Mawar mencoba menenangkan hati tanaman matahari.
Merasa tetap sedih, tanaman matahari menjawab, “Tapi, aku tidak secantik tanaman mawar, melati, lavender, dan tulip. Aku merasa malu menampakkan bungaku.”
“Kenapa harus malu? Tanamanku, kamu harus menjadi dirimu sendiri. Tidak boleh malu apalagi kecil hati seperti itu. Percaya dan harus bangga pada dirimu yang jauh lebih hebat daripada yang lain,” ujar Mawar mencoba menasehati tanaman matahari.
Kemudian Mawar mencoba menghibur tanaman matahari agar kembali ceria lagi.
“Ayo bernyanyilah bersamaku. Kita menari bersama di bawah langit yang cerah ini,” ajak Mawar.
![]() |
| sumber: https://www.bing.com/images/create |
Setelah bernyanyi dan menari, tanaman matahari kembali ceria lagi. Mendengar perkataan dari Mawar membuat tanaman matahari merasa yakin dirinya lebih hebat daripada yang lain dan tidak merasa malu lagi.
Keesokan harinya, Mawar kembali menyirami tanaman bunganya. Mulai dari bunga mawar, bunga melati, bunga tulip, bunga lavender, dan bunga matahari. Saat akan menyirami tanaman mataharinya, Mawar sangat kaget melihat tanaman matahari sudah menampakkan bunganya yang sangat indah. Mawar senang sekali dan menari-nari dengan ceria.
![]() |
| sumber: https://www.bing.com/images/create |
“Aku sangat senang sekali. Kini, kamu sudah percaya diri mau menampakkan bungamu yang indah itu. Terima kasih tanamanku. Jangan merasa sedih lagi. Aku akan selalu merawat dan menghiburmu,” ujar Mawar dengan wajah senangnya.
“Terima kasih juga Mawar, kamu telah membuatku merasa percaya diri lagi. Aku sudah tidak merasa malu, aku bangga pada diriku. Lihatlah bungaku sangat cantik. Terima kasih Mawar, kamu telah menjadi peri bunga bagiku,” ungkap tanaman matahari.
Mawar dan tanaman matahari menari-nari bersama dengan penuh kegembiraan. Tanaman matahari tidak malu lagi berkat ketulusan hati Mawar yang memberikan nasehat untuk tanaman matahari.
Kini, semua tanaman milik Mawar memancarkan keindahannya. Bunga-bunganya bermekaran menampakkan kecantikannya. Mereka sangat bangga memiliki Mawar, gadis kecil yang baik hati merawat dan selalu menghibur semua tanamanya. Mawar seperti peri bunga bagi tanamannya berkat ketulusan hatinya.
--- Tak perlu merasa kecil hati apalagi merasa malu. Banggalah kepada dirimu sendiri ---



baguss+++ kak, besok anakku tak ceritain itu sebelum tidur deh wkwk
BalasHapusBagus banget sangat cocok dibacakan untuk anak anak
BalasHapusUcul banget ceritanya. Jadi begitu yaa teman-teman, gaboleh insecure hehe.
BalasHapus